Kamis, 16 Oktober 2014

Relevansi “Five Mindful Trainings”


            Ajaran Buddha merupakan salah satu ajaran tertua yang masih bertahan hingga saat ini. Hal tersebut dapat terlihat hingga saat ini bahwa ajaran Buddha mencapai usia sekitar 2558 BE pada tahun 2014. Bertahanya ajaran Buddha hingga saat ini dikarenakan ajaran Buddha yang memiliki relevansi dengan kehidupan manusia saat ini. Ajaran yang menekankan pada peningkatan moralitas manusia yang diimbangi dengan perilaku yang penuh dengan cintakasih merupakan salah satu kunci bertahanya ajaran buddha hingga saat ini. Sebagai ajaran tua, tidak dapat dihindarkan adanya berbagai masalah yang menghimpit dari segi ekstern dan intern.
            Ajaran buddha dipandang sebagai ajaran yang sudah tidak ideal untuk jaman saat ini. Sebagai ajaran tua, Buddhisme dipandang oleh sebagian orang sudah tidak relevan lagi dengan kehidupan saat ini. Ajaran yang dipandang kaku dengan mengutamakan tujuan mencapai kehidupan suci dan ajaranya yang pasif, yang dipandang sebagian orang kurang memperhatikan kehidupan bersosial merupakan faktor ekstern yang membuat ajaran buddha di pandang sudah tidak relevan denga kehidupan saat ini. Selain itu, munculnya berbagai aliran dalam Buddhisme merupakan bagian dari permasalahan yang yang sulit dihindari oleh Buddhisme saat ini.
            Buddhisme memiliki bermacam-macam aliran agama.  Munculnya berbagai macam aliran-aliran yang ada di dalam Buddhisme dipengaruhi oleh beberapa faktor. Setelah Buddha maha parinibbana, Buddha memiliki siswa yang banyak yang tersebar luas di Hindia maupun di negar-negara lain disekitarnya. Murid-muridnya tersebut memiliki pandangan yang berbeda-beda dalam upaya mepertahankan dan menyebarkan Buddhisme. Hal tersebut didasarkan pada kondisi setempat yang berbeda-beda. Akan tetapi dari berbagai aliran Buddha tersebut, Buddhisme berusaha menyampaikan empat kebenaran mulia.
            Aliran-aliran agama tersebut merupakan memegang peran penting dalam kelestarikan ajaran Buddha. Munculnya berbagai aliran dalam ajaran Buddha salah satunya dipengaruhi oleh usaha dari pengikutnya untuk mempertahankan Buddhisme menurut kondisi yang ada disekitar mereka. Sehingga Emat Kebenaran Mulia dan sikap penuh dengan cinta kasih dapat tetap dijalankan dengan baik. Dari berbagai aliran, Salah satu aliran tersebut adalah aliran Zen yang dipelopori oleh Ven. Thich Nhat Hanh. Aliran Zen yang dipelopori oleh Ven. Thich Nhat Hanh merupakan salah satu aliran Buddhisme yang berusaha untuk lebih menekankan peraktik Five Mindful Trainings. Dalam hal tersebut, penulis akan berusaha menguraikan lebih lanjut berkenaan relevansi Five Mindful Trainings dalam kehidupan saat ini.
            Ven. Thich Nhat Hanh merupakan salah satu guru besar Zen saat ini yang memiliki peran penting dalam melestarikan Buddhisme. Beliau lahir pada 11 October 1926 di Quảng Ngãi bagian dari Vietnam tengah. Pada usia 16 tahun beliau mauk dalam kehidupan ke-Bhikkhua-an. Dalam usaha mempelajari Buddhisme Ven. Thich Nhat Hanh dibimbing oleh Master Thanh Quý Chân Thật yaitu seorang guru Dhyana (seorang praktisi meditasi dari Zen). Beliau ditabiskan menjadi Bhikkhu pada tahun 1949. Pada 1 mei 1966, beliau memperoleh “perpindahan penerangan” di vihara Từ Hiế dari gurunya Master Chân Thật. Sehingga dia disebut Dharmacharya atau guru dhamma.
            Ven. Thich Nhat Hanh merupakan penggagas dari “Five Mindful Trainings” yang dipratikkan oleh komunitas  Interbeing. Ajaran “Five Mindful Trainings” merupakan penjabaran lebih lanjut berkenaan pancasila Buddhis. Penggembangan dari lima sila Buddhis dilaksanakan sebagaimana mestinya sesuai dengan kebutuhan  atau kemampuan umat. Hal tersebut dikembangkan oleh Ven. Thich Nhat Hanh demi kebahagian dan kesejahteraan semua makhluk. “Five Mindful Trainings” berisikan tentang;
1.      Latiahan penuh kesadaran yang pertama adalah: menyadari sebab dari penderitaan yang dapat merusak kehidupan. Saya berjanji untuk mengembangkan cinta kasih dan belajar untuk menjalaninya demi melindungi kehidupan banyak orang, binatang, tumbuh-tumbuhan, dan mineral. Saya tidak menindas dengan kejam, tidak membiarkan kejam terhadap semua dan tidak mengkondisikan berbagai perbuatan kejam dalam ucapan, dalam pikiran dan dalam jalan hidup saya
2.      Latiahan penuh kesadaran yang kedua adalah: sadar dari adanya penderitaan yang disebabkan oleh ekploitasi, menuduh, mencuri, menindas. Saya berjanji untuk mengembangkan cinta kasih dan belajar menjalankan bekerja demi kebaikan senua makhluk, baik manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan dan mineral. Saya berjanji untuk melaksanakan kedermawanan, meluangkan waktu saya, energi dan materi kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Saya tidak menyetujui untuk mencuri dan mengambil yang seharusnya milik orang lain. Saya akan menghormati orang lain, dan saya akan mencegah orang lain memanfaatkan penderitaan orang atau penderitaan dari semua jenis yang ada di dunia
3.      Latiahan penuh kesadaran yang ketiga adalah: sadar dari adanya penderitaan yang disebabkan oleh seksual yang tidak benar. Saya berjanji untuk bertanggung jawab dan belajar menjalankan untuk melindungi demi keamanan dan integritas dari individu, pasangana, keluarga dan masyarakat. Saya tidak membiarkan hubungana sek tanpa cinta dan komitmen dalam jangka panjang. Demi menjaga kebahagiaan dari diri saya dan orang lain. Saya berjanji untuk menjaga komitmen saya dan komitmen orang lain. Saya akan melakukan segalanya  dengan kekuatan saya untuk melindungi anak-anak dari paksaan seksual danmelindungi pasangan saya dan keluarga dari perilaku seksual yang tidak benar
4.      Latiahan penuh kesadaran yang keempat adalah: sadar dari adanya penderitaan yang disebabkan oleh ucapan yang tidak sadar dan tidak pantas untuk didengar orang lain. Saya berjanji untuk mengembangkan ucapan penuh cinta kasih dan bersedia mendengarkan orang lain untuk berbagi kesenangan dan kebahagiaan kepada orang lain dan gambaran orang lain dari penderitaan mereka. Mengetahui bahwa ucapan dapat membuat kebahagiaan dan penderitaan, saya berjanji untuk belajar berbicara yang sesungguhnya, dengan  ucapan yang penuh percaya diri, kebahagiaan dan harapan. Saya tidak membiarkan menyebarkan berita yang saya tidak mengetahuinya secara sunguh-sungguh dan tidak mengkritik atau berburuk sangka dari yang saya tidak tahu kebenarannya. Saya akan menghindari dari ucapan yang sama sekali tidak bersumber yang yang dapat menyebabkan golongan atau oerpecahan atau yang dapat menjadi sebab keluarga atau kelompok menjadi rusak. Saya akan membuat semua usaha untuk melakukan perundingan dan menyelesaikan semua konflik , walaupun kecil.
5.      Latiahan penuh kesadaran yang kelima adalah: sadar dari adanya penderitaan yang disebabkan oleh makanan yang tidak sadar. Saya berjanji untuk mengembangkan yang baik bagi kesehatan, baik fisik maupun mental, untuk diri ku sendiri, untuk keluargaku, dan untuk masyarakatku dengan makan dengan penuh kesadaran, minum dan mengkonsumsinya. Saya bertekat untuk mengkonsumsi yang dapat memelihara kedamaian, kebaikan makhluk hidup dan kebahagiaan di dalam tubuh saya, dalam kesadaranku, dan selektive dan penuh pertimbangan dan kesadaran dari keluarga dan masyarakat. Saya tidak membiarkan untuk menggunakan alkohol atau minuman keras atau semua jenis yang berisikan racun, juga seperti  isi dari program TV, majalah, buku, film dan percakapan. Saya sadar bahwa tubuh saya atau kesadaran saya dengan racun berarti telah menghormati leluhur saya, orang tua, masyarakat saya, dan masa depan generasi saya. Saya akan bekerja menghindari kekerasan, kecurangan, kemarahan dan kekacauan di dalam diri saya sendiri, dan di masyarakat dengan mempraktikan diet untuk diri saya sendiri dan untuk mayarakat. Saya mengerti  bahwa diet tepat adalah penting untuk kepentingan diri sendiri maupun kepentingan dari masyarakat.
            Five Mindful Trainings memiliki relevansi besar dalam kehidupan sehari-hari. Praktik “Five Mindful Trainings” dapat memberikan kehidupan yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat. Hal tersebut apa bila dilaksanakan dengan baik akan memberikan kedamaian dalam masyarakat. Selain itu, keserakahan, napsu keinginan dan kebencian akan dapat dikendalikan dengan baik. Dalam kehidupan monastice atau kehidupan ke-Bhikkhu-an ajaran “Five Mindful Trainings”  sangat relevan. Hal tersebut dapat mengikis segal kekotoran batin serta munculnya kesalahpahaman dalam masyarakat yang biasany disebabkan oleh ucapan dan prilaku yang kurang benar di masyarakat. Selain itu, ajaran dalam “Five Mindful Trainings” dapat memberi pedoman bagi para Bhikkhu dalam rangka merealisasikan Nibbana. Serta, “Five Mindful Trainings akan dapat meningkatkan keyakinan umat kepada ajaran Buddha.
            Five Mindful Trainings dapat meningkatkan keyakinan umat terhadap Buddhisme. Hal tersebut ditunjukan dengan adanya perilaku dari seorang Bhikkhu yang menjalankan ajaran Buddha dengan serius. Dengan adanya prilaku seorang Bhikkhu yang menjalankan ajaran Buddha dengan baik, secara perlahan kehidupan masyarakat akan termotifasi untuk menjalankan ajaran Buddha seperti yang dilaksanakan oleh seorang Bhikkhu yang taat. Akan tetapi, penerapan “Five Mindful Trainings” dalam masyarakat bukan berarti prakti ajaran tesebut tanpa masalah.
            Keberadaan “Five Mindful Trainings” kurang dapat diterapkan dalam kehidupan berumah tangga. Hal tersebut dikarenakan dalam kehidupan perumah tangga setiap harinya sangat berhubungan erat dengan permasalah-permasalah yang bertentangan dengan pelaksanaaan “Five Mindful Training”. Hal tersebut seperti halnya kehidupan sebagai seorang petani yang berusaha memelihara tanamannya dari ancaman hama. Ketika mereka kurang bijak menerapkan “Five Mindful Trainings” dalam kehidupan mereka, justru mereka akan mengalami kerugian yang berdampak pada kehidupan diri sendiri, keluarga dan masyarakat. Permasalahan selanjutnya jika “Five Mindful Trainings” dalam kehidupan masyarakat Buddhis yang sebagian besar bermata pencahariaan sebagai seorang nelayan. sebagai seorang nelayan akan sulit dihindarkan adanya pembunuhan dalam proses memenuhi kebutuhan keluarga. Hal tersebut tentunya tidak mudah untuk diubah dalam waktu singkat. Butuh proses panjang untuk mengubah profesi mereka. Akan tetapi apabila dapat dilaksanakan, akan sangat bermanfaat bagi kehidupan mereka. Karena ajaran “Five Mindful Trainings” dapat membimbing pada perbaikan moralitas yang ada dimasyarakat.
            Praktik “Five Mindful Trainings” memberikan manfaat dalm kehidupan bermasyarakat. Seorang petani dapat menghindari pembunuhan dan menjaga kesetabilan lingkungan, kesetabian lingkungan menjadi sarana dalam peningkatan kesetabilan pangan di Indonesia saat ini. Seperti halnya petani, jika profesi nelayan secara perlahan dapat diubah dengan menghindari pembunuhan tentunya kondisi laut akan terjaga dengan potensi sumber daya laut yang melimpah dapat dimanfaatkan untuk sarana pariwisata ataupun pemberdayaan laut tanpa adanya satu pihak yang dirugikan.
Refrensi

Hanh, Thich Nhat. 2005. Being Peace. Calivornia: Parallax Press.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar